Selasa, 06 Desember 2016

Gurindam

Gurindam 12
Karya Ali Haji

Pasal Pertama (1) Gurindam 12

Barang siapa tiada memegang agama
Sekali-kali tiada boleh dibilang nama
Maksudnya adalah setiap manusia harus memiliki agama karena agama sangat penting bagi kehidupan manusia, orang yang tidak mempunyai agama akan buta arah menjalankan hidupnya.

Barang siapa mengenal yang empat
Maka yaitulah orang yang ma’rifat
Untuk mencapai kesempurnaan didalam menjalani hidup, manusia harus mengenal empat zat yang menjadikan manusia mula-mula. 4 tersebut adalah syari’at, tarikat, hakikat dan makrifat.

Barang siapa mengenal Allah SWT
Suruh dan tegaknya tiada ia menyalah
Orang yang mengenal Allah SWT, harus melakukan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, tidak akan melanggar aturannya

Barang siapa mengenal diri
Maka telah mengenal akan Tuhan yang bahri
Orang yang tidak beragama tidak akan memiliki identitas diri dan tidak akan dekat dengan Allah SWT.

Barang siapa mengenal dunia
Tahulah ia barang yang terpedaya
Kita dapat mengetahui kebesaran Allah lewat manusia, makhluk ciptaan-Nya yang paling sempurna. Manusia yang berorientasi pada kebahagiaan atau hanya mencari kebahagiaan di dunia saja, sebenarnya ia akan tertipu dan menyadarinya bahwa di dunia itu hanya sesaat

Barang siapa mengenal akhirat
Tahulah ia dunia mudharat
Di dunia ini kita hanya hidup sesaat, setelah kita wafat setiap manusia akan dimintakan pertanggung jawabannya di akhirat nanti.

Pasal Kedua (2) Gurindam 12

Barang siapa mengenal yang tersebut
Tahulah ia makna takut
Semakin seorang dekat dan mengetahui tentang agamanya pasti manusia tersebut akan takut dan orang tersebut harus menjalani Perintah-perintah-Nya dan wajib kita laksanakan

Barang siapa meninggalkan sembahyang
Seperti rumah tiada bertiang
Orang yang tidak sembahyang bagaikan rumah yang tidak mempunyai tiang, shalat merupakan pegangan hidup.

Barang siapa meninggalkan puasa
Tidaklah mendapat dua termasa
Orang yang meninggalkan ibadah puasa akan kehilangan dunia dan akhirat, berarti Allah tidak akan menjaga orang itu.

Barang siapa meninggalkan zakat
Tiadalah hartanya beroleh berkat
Harta dari orang yang tidak membayar zakat tidak diridhai oleh Allah. Itupun jika di dunia hidupnya senang apabila tidak memberikan sebagian harta nya maka, hidupnya tidak akan terasa senang.

Barang siapa meninggalkan haji
Tiadalah ia menyempurnakan janji
Orang yang tidak naik haji (apalagi jika ia mampu) tidak menyempurnakan janjinya sebagai orang Islam.

Pasal Ketiga (3) Gurindam 12

Apabila terpelihara mata
Sedikitlah cita-cita
Mata harus di pergunakan sebaik-baiknya jangan sampai kita meliahat apa yang dilarang oleh allah swt

Apabila terpelihara kuping
Khabar yang jahat tiadalah damping
Telinga harus dijauhkan dari segala macam bentuk gunjingan dan hasutan

Apabila terpelihara lidah
Niscaya dapat daripadanya faedah
Orang yang menjaga omongannya akan mendapatkan manfaat.

Bersungguh-sungguh engkau memeliharakan tangan
Daripada segala berat dan ringan
Jangan mengambil barang yang bukan hak kita

Apabila perut terlalu penuh
Keluarlah fi’il yang tidak senonoh
Nafsu harus dijaga supaya tidak melakukan perbuatan yang dilarang

Anggota tengah hendaklah ingat
Di situlah banyak orang yang hilang semangat
Hidup harus dijalani penuh semangat

Hendaklah peliharakan kaki
Daripada berjalan yang membawa rugi
Jangan merugikan diri dengan melakukan hal-hal yang mubajir dan maksiat. Melangkahlah dijalan yang benar dan di ridhoi

Pasal keempat (4) Gurindam 12

Hati itu kerajaan di dalam tubuh
Jikalau zalim segala anggota tubuh pun rubuh
Jagalah hati dari perbuatan yang di larang oleh agama

Apabila dengki sudah bertanah
Datanglah daripadanya beberapa anak panah
Hati yang dengki hanya akan merugikan diri sendiri

Mengumpat dam memuji hendaklah pikir
Di situlah banyak orang yang tergelincir
Berbicara harus dipikir supaya tidak celaka karenanya

Pekerjaan marah jangan dibela
Nanti hilang akal di kepala
Amarah adalah perbuatan sia-sia, jaga lah amarah kita

Jika sedikitpun berbuat bohong
Boleh diumpamakan mulutnya itu pekung
Orang yang pernah berbohong, sedikit apa pun dustanya, akan terus tampak di mata orang lain

Tanda orang yang amat celaka
Aib dirinya tiada ia sangka
Orang yang paling celaka adalah orang yang tidak menyadari kesalahannya sendiri sampai harus dikatakan oleh orang lain

Bakhil jangan diberi singgah
Itulah perompak yang amat gagah
Sifat pelit akan menguras hartanya sendiri, berarti dengan menjadi dermawan justru harta kita akan bertambah

Barang siapa yang sudah besar
Janganlah kelakuannya membuat kasar
Jagalah setiap perbuatan kita

Barang siapa perkataan kotor
Mulutnya itu umpama ketor
Kelakuan dan kata-kata hendaklah selalu halus dan bersih.

Di manakah salah diri
Jika tidak orang lain yang berperi
Jika kita berbuat kesalahan kita harus minta maaf

Pekerjaan takbur jangan direpih
Sebelum mati didapat juga sepih
Jangan mengambil pekerjaan yang haram

Pasal Kelima (5) Gurindam 12

Jika hendak mengenal orang berbangsa
Lihat kepada budi dan bahasa
Orang yang mulia dan berbangsa dapat kita lihat dari perilaku dan tutur katanya

Jika hendak mengenal orang yang berbahagia
Sangat memeliharakan yang sia-sia
Orang yang bahagia adalah orang yang berhemat dan tidak melakukan perbuatan yang sia-sia

Jika hendak mengenal orang mulia
Lihatlah kepada kelakuan dia
Untuk mengetahui apakah orang itu mulia maka lihatlah sikapnya

Jika hendak mengenal orang yang berilmu
Bertanya dan belajar tiadalah jemu
Orang yang pandai tidak pernah jemu untuk belajar dan memetik pelajaran dari hidupnya di dunia

Jika hendak mengenal orang yang berakal
Di dalam dunia mengambil bekal
Orang yang berakal adalah orang yang teleh mempersipkan bekal waktu hidp di dunia ini

Jika hendak mengenal orang yang baik perangai
Lihat pada ketika bercampur dengan orang ramai
Jika ingin mengetahui sift baik dari seseorang maka lihatlah saat di bergaul dengan masyarakat

Pasal Keenam (6) Gurindam 12

Cahari olehmu akan sahabat
Yang boleh dijadikan obat
sahabat yang setia dan dapat membantu kita

Cahari olehmu akan guru
Yang boleh tahukan tiap seteru
Carilah guru yang serba tahu dan tidak menyembunyikan hal-hal buruk

Cahari olehmu akan isteri
Yang boleh menyerahkan diri
Istri yang patut diambil adalah istri yang berbakti

Cahari olehmu akan kawan
Pilih segala orang yang setiawan
Carilah teman yang setia diasaat kita senang maupun susah

Cahari olehmu akan abdi
Yang ada baik sedikit budi
Pengikut, pembantu, budak yang baik untuk diambil adalah abdi yang berbudi.

Pasal Ketujuh (7) Gurindam 12

Apabila banyak berkata-kata
Di situlah jalan masuk dusta
Orang yang banyak bicara memperbesar kemungkinan berdusta

Apabila banyak berlebih-lebihan sukaItu tanda hampirkan duka
Terlalu mengharapkan sesuatu akan menimbulkan kekecewaan yang mendalam saat sesuatu itu tidak seperti yang diharapkan

Apabila kita kurang siasat
Itulah tanda pekerjaan hendak sesat
Setiap pekerjaan harus ada persiapannya

Apabila anak tidak dilatih
Jika besar bapanya letih
Anak yang tidak di didik semasa kecilnya akan menyebabkan saat anak itu sudah tumbuh dewasa akan membangkan orang tua

Apabila banyak mencacat orang
Itulah tanda dirinya kurang
Jangan suka menghina orang lain

Apabila orang yang banyak tidur
Sia-sia sajalah umur
Pergunakan lah waktu sebaik-baiknya

Apabila mendengar akan kabar
Menerimanya itu hendaklah sabar
Jika menerima kabar duka atau kabar yang kurang menyenangkan maka kita harus sabar dan menerima dengan lapang dada

Apabila mendengar akan aduan
Membicarakannya itu hendaklah cemburuan
Jangan mudah terpengaruh akan omongan orang lain

Apabila perkataan yang lemah lembut
Lekaslah segala orang mengikut
Perkataan yang lemah-lembut akan lebih didengar orang daripada perkataan yang kasar

Apabila perkataan yang amat kasar
Lekaslah orang sekalian gusar
Perkataan orang yang kasar membuat orang yang berada didekatnya resah

Apabila pekerjaan yang amat benar
Tidak boleh orang berbuat onar
Orang yang benar jangan disalahkan (difitnah atau dikambinghitamkan).

Pasal Kedelapan (8) Gurindam 12

Barang siapa khianat akan dirinya
Apalagi kepada lainnya
Orang yang ingkar dan aniaya terhadap dirinya sendiri tidak dapat dipercaya

Kepada dirinya ia aniaya
Orang itu jangan engkau percaya
jangan percaya terhadap orang yang suka menganiyaya orang lain

Lidah suka membenarkan dirinya
Daripada yang lain dapat kesalahannya
Jangan suka menyalahkan orang lain, dan mengganggpa bahwa diri kita paling benar

Daripada memuji diri hendaklah sabar
Biar daripada orang datangnya kabar
Pujian tidak usah dibuat sendiri tapi tunggulah datangnya dari orang lain

Orang yang suka menampakkan jasa
Setengah daripadanya syirik mengaku kuasa
Jangan menginginkan imbalan dari setiap jasa yang telah kita perbuat

Kejahatan diri disembunyikan
Kebajikan diri diamkan
Sifat-sifat jelek dalam diri kita jangan ditampakkan, begitu pula kebaikan-kebaikan yang telah kita perbuat

Ke’aiban orang jangan dibuka
Ke’aiban diri hendaklah sangka
Jangan membuka aib atau keburukan dari orang lain, kesalahan diri sendiri harus disadar

Pasal ke Sembilan (9) Gurindam 12

Tahu pekerjaan tak baik tetapi dikerjakan
Bukannya manusia yaitulah syaitan
Manusia yang sudah mengetahui bahwa pekerjaan yang di larang oleh allah swt, maka manusia tersebut tidak dapat di katakan manusia

Kejahatan seorang perempuan tua
Itulah iblis punya penggawa
Kejahatan seorang perempuan tua bagaikan pimpinan setan

Kepada segala hamba-hamba raja
Di situlah syaitan tempatnya manja
Jangan engkau tergoda akan kekayaan pada raja

Kebanyakan orang yang muda-muda
Di situlah syaitan tempat bergoda
Semasa muda jagalah iman kita jangan sampai tergoda oleh rayuan setan

Perkumpulan laki-laki dengan perempuan
Di situlah syaitan punya jamuan
Jika terdapat seorang lelaki dan seorang perempuan maka disitu pulalah setan berada untuk menggangu iman orang tersebut

Adapun orang tua yang hemat
Syaitan tak suka membuat sahabat
Orang yang semasa mudanya tidak menyia-nyiakan waktu dan selalu melangkah di jalan allah swt, maka setan akan menjauhi orang tersebut

Jika orang muda kuat berguru
Dengan syaitan jadi berseteru
orang muda yang gemar belajar dijauhi oleh setan.

Pasal ke Sepuluh (10) Gurindam 12

Dengan bapak jangan durhaka
Supaya Allah tidak murka
Jangan durharka terhadap bapa

Dengan ibu hendaklah hormat
Supaya badan dapat selamat
Setiap anak harus hormat dan patuh terhadap ibunya karena surga di telapak kaki ibu dan ibu mempertaruhkan nyawanya untuk melahirkan anaknya

Dengan anak janganlah lalai
Supaya boleh naik ke tengah balai
Jagalah anak karena anak merupakan titipan tuhan

Dengan kawan hendaklah adil
Supaya tangannya jadi kapil
Bersikap adilah sesama teman

Pasal Sebelas

Hendaklah berjasa,
Kepada yang sebangsa.
·         Berjasalah bagi negara dan bangsa, optimalkan setiap kemampuan yang kita punya sehingga kita bisa mengharumkan nama bangsa

Hendaklah jadi kepala,
Buang perangai yang cela.
·         Jadilah pemimpin yang tidak mempunyai sikap tercela

Hendaklah memegang amanat,
Buanglah khianat.
·         Setiap manusia hendaknya selalu dapat memegang janji/ menepati janjinya, dan jangan mengingkarinya.

Hendak marah,
Dahulukan hujjah.
·         Tahanlah amarah, dan perbanyaklah silahturahmi.

Hendak dimalui,
Jangan memalui.
·         Segala sesuatu perlu awal untuk memulainya.

Hendak ramai,
Murahkan perangai.
·         Jika ingin mendapatkan sesuatu, hendaklah perbaiki perilaku/akhlak.

Pasal Duabelas 

Raja mufakat dengan menteri,
Seperti kebun berpagarkan duri.
·         Hubungan raja dengan menteri adalah saling menjaga satu sama lain, dan harus bekerjasama

Betul hati kepada raja,
Tanda jadi sebarang kerja.
·         Raja yang baik atau raja yang mendapat petunjuk dari Allah adalah raja yang adil terhadap rakyatnya

Hukum ‘adil atas rakyat,
Tanda raja beroleh ‘inayat.
·         Hukum harus didasari oleh hak asasi manusia

Kasihkan orang yang berilmu,
Tanda rahmat atas dirimu.
·         Orang yang berilmu akan dikaruniai oleh Allah dan dihormati orang lain

Hormat akan orang yang pandai,
Tanda mengenal kasa dan cindai.
·         Hormatilah setiap manusia

Ingatkan dirinya mati,
Itulah asal berbuat bakti.
·         Bila manusia mengingat kematiannya nanti, ia akan lebih berbakti pada Allah

Akhirat itu terlalu nyata,
Kepada hati yang tidak buta.
·         Orang yang tidak buta hatinya tahu kalau akhirat itu benar-benar ada.


Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Gurindam

0 komentar:

Posting Komentar